Berkolaborasi Untuk Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat

Berita Terpopuler

JAKARTA- Ketua Umum IPERINDO terpilih Anita Puji Utami ajak seluruh anggota dan stakeholders untuk menyelesaikan berbagai masalah industri galangan dan penunjan agar bisa bangkit lebih cepat dan kuat.

“Saya selaku Ketua Umum terpilih menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh anggota Iperindo dan pihak-pihak lain yang ikut menyukseskan acara tersebut,” katanya.

Dengan bekal amanah serta kepercayaan dari seluruh anggota, Anita berharap dapat meneruskan kepemimpinan Ketua Umum sebelumnya  dalam menjalankan organisasi dan mengembangkan industri perkapalan nasional yang berteknologi tinggi dan kompetitif.

“Salah satu tugas utama saya saat ini adalah menyelesaikan permasalahan yang masih tertunda agar industri Galangan kapal di dalam negeri kembali bangkit, semakin dinamis, semakin baik dan tentunya semakin efektif,” katanya.

Kita, katanya, menyadari tantangan yang dihadapi industri galangan kapal nasional tidaklah ringan karena ekonomi global masih terdampak pandemi Covid-19 yang melanda dunia dan Tanah Air sejak awal tahun 2020.

Perang Rusia-Ukraina dan konflik di sejumlah kawasan juga membawa pengaruh besar terhadap perekonomian global. Dunia kini menghadapi ancaman resesi, krisis pangan, bahkan banyak negara terancam bangkrut seperti dialami Srilanka. Indonesia turut merasakan imbas gejolak global ini, termasuk di industri galangan kapal.

Salah satu dampak yang dirasakan adalah lonjakan harga bahan baku dan biaya-biaya lainnya. Kondisi ini perlu diantisipasi dan dikelola dengan baik oleh pemerintah dan pelaku usaha. Apalagi, suhu politik di dalam negeri mulai memanas menjelang Pemilu 2024 yang dapat menyebabkan dunia usaha bersikap wait and see.

Perekonomian dunia diprediksi memasuki periode pertumbuhan lemah yang berkepanjangan seiring dengan meningkatnya laju inflasi. Dalam laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2022, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2022 menjadi 2,9 persen dari sebelumnya 4,1 persen.

Dana Moneter Internasional (IMF) juga menurunkan proyeksi ekonomi dunia dari 3,6 persen menjadi 3,2 persen pada 2022. Lembaga ini memproyeksikan pelemahan pertumbuhan ekonomi dunia masih berlanjut.

Indonesia sendiri berada dalam posisi yang baik jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi kuartal kedua yang mencapai 5,44 persen. Angka ini bahkan di atas perkiraan optimis pemerintah yaitu 5,2 persen. Indikator tersebut diharapkan tidak sekadar angka, tetapi dapat memberikan efek positif terhadap dunia usaha dan dirasakan oleh masyarakat.

Iperindo berharap pemerintah dapat menjaga momentum pertumbuhan ekonomi ini melalui regulasi dan kebijakan yang kondusif. Dengan semangat ‘Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat’ sesuai dengan tema Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia pada tahun ini, Iperindo siap bergandeng tangan dengan semua pemangku kepentingan untuk membangkitkan kembali kejayaan maritim Nusantara.

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru