IPERINDO Minta Pemerintah Pertahankan Asas Cabotage

POPULAR

MOS Luncurkan KMP Aceh Hebat 1 Pesanan Pemprov Aceh

Karimun-PT Multi  Ocean Shipyard (MOS) meluncurkan kapal Ferry Roro Penyeberangan yang diberi nama KMP Aceh Hebat 1 pesanan Pemerintah Provinsi Aceh di galangan MOS,...

IPERINDO Kemukakan Empat Kunci Menuju Galangan Kapal Masa Depan

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) merespon kebijakan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya untuk hidup produktif di tengah pandemi Covid-19...

Galangan PAL Indonesia Lakukan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Jakarta-Pandemi COVID-19 mengakibatkan perlambatan ekonomi global. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1% pada tahun 2020, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis...

IPERINDO Gelar Seminar Tarif dan Revolusi Maritim di Samarinda

JAKARTA- Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Cabang Kalimantan Timur bekerja sama dengan Indonesian  Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Cabang Samarinda,...

Dukung Industri Kapal, Indonesia Butuh Industri Baja yang Kuat

Jakarta-Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menjelaskan Indonesia sebagai negara maritim sangat membutuhkan industri baja nasional yang kuat, khususnya untuk mendukung industri galangan kapal. Hal...

JAKARTA – Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) meminta pemerintah mempertahankan asas cabotage pelayaran nasional. Sebab, asas cabotage yang sudah berjalan sejak 2005 itu berhasil meningkatkan investasi dan produktivitas industri pelayaran dalam negeri.

Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam menjelaskan, penerapan asas cabotage sukses meningkatkan populasi kapal nasional, dari yang hanya 6.000 unit sebelum diberlakukannya asas cabotage, menjadi sekitar 29.000 unit kapal yang ada saat ini.

Banyaknya jumlah kapal itu tentu mendorong kesempatan kerja yang lebih luas lagi, terutama profesi pelaut. “Undang-Undang Pelayaran terkait asas cabotage sudah bagus sekali manfaatnya. Kapal semakin banyak menjadi 29.000 kapal. Dengan itu telah membuka ekosistem baru dan multiplier effect yang positif,” ungkap Eddy Logam di Jakarta.

Dengan industri pelayaran nasional yang kuat itu, lanjut Eddy, juga berdampak positif terhadap industri galangan kapalnya yang terus tumbuh memenuhi permintaan pasar domestik.

Menurut dia, apabila perusahaan asing diperbolehkan beroperasi 100% melayani pelayaran dalam negeri, industri galangan kapal nasional diyakini akan tertekan karena perawatan kapal asing itu diperkirakan tetap dilakukan di luar negeri.

“Karena itu, kalau industri pelayaran kapal dalam negerinya kuat akan berdampak terhadap industri galangan kapal. Karena itu, asas cabotage jangan direvisi karena sudah terbukti berdampak positif,” tutur Eddy.

Eddy menyebutkan, seharusnya asas cabotage ini diperkuat. Salah satunya dengan memberikan dukungan pendanaan yang kompetitif bagi pelaku pelayaran nasional. “Asas cabotage harus diperkuat untuk menjaga kedaulatan kita. Kita bisa merambah ke perbankan untuk memberikan solusi berupa tenor panjang dan bunga rendah,” sebut Eddy.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Pemikiran Alm Yance Gunawan; Sampai Kapan Pun Indonesia Butuh Kapal

Jakarta-Kepergian Yance Gunawan, tokoh galangan kapal nasional sekaligus penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) menyisakan duka mendalam. Perjalanan, perjuangan dan...

Yance Gunawan, Direktur Utama Galangan PT. Dumas/Penasehat IPERINDO Meninggal Dunia.

Jakarta - Industri galangan kapal Indonesia kembali berduka. Tokoh galangan kapal Indonesia yang juga salah satu penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai...

Adiluhung Gelar FGD Peningkatan Inovasi Galangan Kapal

SURABAYA - PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, perusahaan galangan kapal berbasis di Jawa Timur, Indonesia, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) 2021. Acara yang diselenggarakan pada 10...

Pertamina Launching Kapal Baru Tanker VLCC Berkapasitas 2,04 Juta Barel

JAKARTA - Untuk menjamin stok dan kelancaran pasokan minyak mentah kilang pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM nasional, Pertamina Group melalui subholding Shipping PT Pertamina...

PT PAL Laksanakan Keel Laying Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS)

SURABAYA - Produksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) tahun anggaran 2020, 2021, 2022 pesanan TNI AL memasuki tahapan Keel Laying atau pemasangan lunas kapal....