IPERINDO Minta Pemerintah Pertahankan Asas Cabotage

POPULAR

IPERINDO Kemukakan Empat Kunci Menuju Galangan Kapal Masa Depan

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) merespon kebijakan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya untuk hidup produktif di tengah pandemi Covid-19...

Galangan PAL Indonesia Lakukan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Jakarta-Pandemi COVID-19 mengakibatkan perlambatan ekonomi global. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1% pada tahun 2020, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis...

Hadiri ASEP 2019, IPERINDO Ingin Galangan RI Berkembang

JAKARTA—Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Eddy Kurniawan Logam menghadiri Pertemuan ASEF (Active Shipbuilding Experts Federation) di Osaka, Jepang...

DPS & IKI Bangun Tug Boat Pesanan PT Pelindo I (Persero)

JAKARTA--Direktur Utama PT. Dok Perkapalan Surabaya (DPS) Bambang Soendjaswono bersama Direktur Teknik PT Pelabuhan Indonesia I Putra Hosadi Apriza melaksanakan peletakan Lunas Kapal (Keel...

PAL Laksanakan First Steel Cutting Kapal BRS Kedua TNI AL

Surabaya-Bertepatan dengan Hari Jadi TNI AL Ke – 75 tahun TNI AL, PT PAL Indonesia (Persero) melaksanakan Seremoni First Steel Cutting (FSC) Kapal Bantu...

JAKARTA – Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) meminta pemerintah mempertahankan asas cabotage pelayaran nasional. Sebab, asas cabotage yang sudah berjalan sejak 2005 itu berhasil meningkatkan investasi dan produktivitas industri pelayaran dalam negeri.

Ketua Umum Iperindo Eddy Kurniawan Logam menjelaskan, penerapan asas cabotage sukses meningkatkan populasi kapal nasional, dari yang hanya 6.000 unit sebelum diberlakukannya asas cabotage, menjadi sekitar 29.000 unit kapal yang ada saat ini.

Banyaknya jumlah kapal itu tentu mendorong kesempatan kerja yang lebih luas lagi, terutama profesi pelaut. “Undang-Undang Pelayaran terkait asas cabotage sudah bagus sekali manfaatnya. Kapal semakin banyak menjadi 29.000 kapal. Dengan itu telah membuka ekosistem baru dan multiplier effect yang positif,” ungkap Eddy Logam di Jakarta.

Dengan industri pelayaran nasional yang kuat itu, lanjut Eddy, juga berdampak positif terhadap industri galangan kapalnya yang terus tumbuh memenuhi permintaan pasar domestik.

Menurut dia, apabila perusahaan asing diperbolehkan beroperasi 100% melayani pelayaran dalam negeri, industri galangan kapal nasional diyakini akan tertekan karena perawatan kapal asing itu diperkirakan tetap dilakukan di luar negeri.

“Karena itu, kalau industri pelayaran kapal dalam negerinya kuat akan berdampak terhadap industri galangan kapal. Karena itu, asas cabotage jangan direvisi karena sudah terbukti berdampak positif,” tutur Eddy.

Eddy menyebutkan, seharusnya asas cabotage ini diperkuat. Salah satunya dengan memberikan dukungan pendanaan yang kompetitif bagi pelaku pelayaran nasional. “Asas cabotage harus diperkuat untuk menjaga kedaulatan kita. Kita bisa merambah ke perbankan untuk memberikan solusi berupa tenor panjang dan bunga rendah,” sebut Eddy.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Kapal ADRI LI & ADRI LII Buatan PT Daya Radar Utama Perkuat TNI AD

Jakarta--TNI Angkatan Darat (AD) memiliki dua kapal baru yakni ADRI LI dan ADRI LII. Kapal buatan galangan PT Daya Radar Utama (DRU) itu memang...

PTK Pertamina Gandeng BNI Syariah Bangun 2 Unit Kapal Harbour Tug 3.200 HP

Jakarta--Sebagai strategi meningkatkan keandalan moda angkut kebutuhan energi nasional dan program investasi khususnya pengadaan kapal, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menjalin kerja sama dengan...

MOS Luncurkan KMP Aceh Hebat 1 Pesanan Pemprov Aceh

Karimun-PT Multi  Ocean Shipyard (MOS) meluncurkan kapal Ferry Roro Penyeberangan yang diberi nama KMP Aceh Hebat 1 pesanan Pemerintah Provinsi Aceh di galangan MOS,...

ITS Luncurkan Kapal I-Boat Tanpa Awak, Ini Pertama di Indonesia

Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan inovasi berupa kapal autonomous Intelligent Boat (I-Boat) tanpa awak. Kapal tanpa pengemudi ini dapat dijalankan...

Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kemenhan Jepang Kunjungi PAL

Surabaya—PT PAL Indonesia (Persero) menerima kunjungan Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kementerian Pertahanan Jepang Rear Admiral Hoshi Naoya, Rabu, 23 September 2020. Direktur Pembangunan...