MOS Bangun Kapal Roro 300 GT Pesanan Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan

POPULAR

IPERINDO Kemukakan Empat Kunci Menuju Galangan Kapal Masa Depan

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) merespon kebijakan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya untuk hidup produktif di tengah pandemi Covid-19...

Galangan PAL Indonesia Lakukan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Jakarta-Pandemi COVID-19 mengakibatkan perlambatan ekonomi global. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1% pada tahun 2020, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis...

Sumber Marine Shipyard Bangun Kapal Angkut Semen

JAKARTA: PT Sumber Marine Shipyard, perusahaan galangan kapal berbasis di Batam, Kepulauan Riau, membangun dua unit kapal PB Cement Carrier berkapasitas 4.500 Dead Weight...

Hadiri ASEP 2019, IPERINDO Ingin Galangan RI Berkembang

JAKARTA—Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Eddy Kurniawan Logam menghadiri Pertemuan ASEF (Active Shipbuilding Experts Federation) di Osaka, Jepang...

Citra Shipyard Luncurkan Empat Unit Kapal Tunda IPCM

JAKARTA—PT  Citra Shipyard Batam, Provinsi Kep. Riau meluncurkan empat kapal tunda berkapasitas 2 x 2.200 horde power  senilai Rp230 miliar pesanan PT Jasa Armada...

Jakarta–Kapal Penyeberangan Ro-Ro 300 Gross Tonnage (GT) yang akan dioperasikan pada lintas penyeberangan Pecah Buyung-Alai Insit, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau mulai dibangun di galangan PT Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (13/10/2020).

Sebagaimana diberikan www.beritasatu.com, pelaksanaan pembangunan ditandai dengan peletakan lunas (keel laying) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Menurut Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) Marwanto Heru Santoso, kehadiran kapal ini nantinya bisa memperlancar konektivitas dan aksesibilitas masyarakat maupun barang.

“Secara kontraktual, terdapat empat unit kapal penyeberangan Ro-Ro yang akan selesai masa pembangunannya pada tahun 2020 ini. Namun untuk pembangunan Kapal Penyeberangan Penumpang lintas Pecah Buyung-Alai Insit ditargetkan akan berakhir masa kontraknya pada 9 Oktober 2021 mendatang,” ucap Heru dalam keterangan tertulisnya.

Heru menjelaskan, pembangunan kapal akan memakan waktu 17 bulan dimulai sejak bulan Agustus 2020 dan direncanakan akan selesai di akhir tahun 2021. Pemerintah juga memberikan kepercayaan kepada PT Multi Ocean Shipyard membangun satu unit kapal Ro-Ro 300 GT tersebut.

“Saya berharap PT Multi Ocean Shipyard dapat memaksimalkan SDM dan fasilitas yang ada sehingga dapat menyelesaikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spesifikasi kapal dan waktu yang telah ditetapkan di dalam surat perjanjian,” harap Heru.

Diketahui, Kapal Ro-Ro 300 GT ini memiliki ukuran utama panjang keseluruhan LOA (length over all) 39,38 meter, panjang antara garis tegak LBP (length between perpendicular) 34,50 meter. Sementara itu, lebar modul kapal 11 meter, tinggi modul 3,30 meter, sarat air 2,35 meter, kecepatan percobaan 10,00 knot, daya mesin induk 2 x 441 Kw serta daya mesin bantu 2 x 80 kVa.

Pembangunan kapal memakan biaya senilai Rp 34,71 miliar dengan rincian Rp 33,210 miliar untuk pekerjaan pembangunan fisik kapal. Sementara itu, Rp 1,5 miliar dialokasikan untuk supervisi. Heru menjelaskan Kemhub juga memiliki sejumlah kapal penyeberangan dan bus air lainnya yang sedang dalam proses pembangunan. Di antaranya adalah dua bus air untuk Danau Sentani, satu unit bus air untuk Kabupaten Morotai, dan Kapal Penyeberangan Ro-Ro 1500 GT Lintas Dompak-Matak-Penagi.

Sementara itu, kapal penyeberangan lainnya terdiri dari Ro-Ro 500 GT Lintas Kaledupa-Tomia-Binongko, Ro-Ro 500 GT Lintas Bombana-Tanjung Pising, dan Ro-Ro 150 GT Lintas Sri Menanti-Karang Baru. (Aj)

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Resmi, PAL Pilih Desain Babcock untuk Proyek Kapal Frigate Kemhan

Surabaya - PT PAL Indonesia (Persero) menandatangani Licence Agreement dengan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) sebagai Penyedia Desain Arrowhead 140 untuk Pengadaan 2 (dua)...

Sejak 2015, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Bangun 157 Kapal di Indonesia.

JAKARTA - Kementerian  Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sejak 2015 hingga sekarang telah membangun 157 unit kapal baja dengan berbagai tipe dan ukuran...

IPERINDO Perkenalkan Berbagai Jenis Kapal yang Bisa Dibangun di Indonesia

JAKARTA--Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) memperkenalkan berbagai jenis produk kapal yang sudah bisa dibangun pada galangan kapal nasional dalam negeri...

Pemerintah Suntikkan Modal Negara ke PT PAL Indonesia (Persero) Rp1,28 Triliun Melalui Skema PMN.

JAKARTA-Presiden Jokowi menyuntikkan modal negara ke PT PAL Indonesia (Persero) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 1,28 triliun. PAL merupakan BUMN yang bergerak di...

Kemhan Bangun Kapal Offshore Support Vessel di DRU Shipyard

LAMPUNG—Untuk  menambah dan memperkuat kekuatan Alutsista di jajaran TNI Angkatan Laut, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengadakan dan membangun Kapal Offshore Patrol Vessel (OPV) dan OPV...