MOS Bangun Kapal Roro 300 GT Pesanan Ditjen Hubdat Kementerian Perhubungan

POPULAR

Dua Kapal Angkut Tank Buatan Galangan Nasional DKB Perkuat TNI AL

JAKARTA-Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Irwan Achmadi hari ini menyambut kedatangan...

Hadiri ASEP 2019, IPERINDO Ingin Galangan RI Berkembang

JAKARTA—Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Eddy Kurniawan Logam menghadiri Pertemuan ASEF (Active Shipbuilding Experts Federation) di Osaka, Jepang...

Pertamina Launching Kapal Baru Tanker VLCC Berkapasitas 2,04 Juta Barel

JAKARTA - Untuk menjamin stok dan kelancaran pasokan minyak mentah kilang pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM nasional, Pertamina Group melalui subholding Shipping PT Pertamina...

PT PAL Laksanakan Keel Laying Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS)

SURABAYA - Produksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) tahun anggaran 2020, 2021, 2022 pesanan TNI AL memasuki tahapan Keel Laying atau pemasangan lunas kapal....

PAL Laksanakan First Steel Cutting Kapal BRS Kedua TNI AL

Surabaya-Bertepatan dengan Hari Jadi TNI AL Ke – 75 tahun TNI AL, PT PAL Indonesia (Persero) melaksanakan Seremoni First Steel Cutting (FSC) Kapal Bantu...

Jakarta–Kapal Penyeberangan Ro-Ro 300 Gross Tonnage (GT) yang akan dioperasikan pada lintas penyeberangan Pecah Buyung-Alai Insit, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau mulai dibangun di galangan PT Multi Ocean Shipyard, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (13/10/2020).

Sebagaimana diberikan www.beritasatu.com, pelaksanaan pembangunan ditandai dengan peletakan lunas (keel laying) oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemhub).

Menurut Direktur Transportasi Sungai, Danau, dan Penyeberangan (TSDP) Marwanto Heru Santoso, kehadiran kapal ini nantinya bisa memperlancar konektivitas dan aksesibilitas masyarakat maupun barang.

“Secara kontraktual, terdapat empat unit kapal penyeberangan Ro-Ro yang akan selesai masa pembangunannya pada tahun 2020 ini. Namun untuk pembangunan Kapal Penyeberangan Penumpang lintas Pecah Buyung-Alai Insit ditargetkan akan berakhir masa kontraknya pada 9 Oktober 2021 mendatang,” ucap Heru dalam keterangan tertulisnya.

Heru menjelaskan, pembangunan kapal akan memakan waktu 17 bulan dimulai sejak bulan Agustus 2020 dan direncanakan akan selesai di akhir tahun 2021. Pemerintah juga memberikan kepercayaan kepada PT Multi Ocean Shipyard membangun satu unit kapal Ro-Ro 300 GT tersebut.

“Saya berharap PT Multi Ocean Shipyard dapat memaksimalkan SDM dan fasilitas yang ada sehingga dapat menyelesaikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spesifikasi kapal dan waktu yang telah ditetapkan di dalam surat perjanjian,” harap Heru.

Diketahui, Kapal Ro-Ro 300 GT ini memiliki ukuran utama panjang keseluruhan LOA (length over all) 39,38 meter, panjang antara garis tegak LBP (length between perpendicular) 34,50 meter. Sementara itu, lebar modul kapal 11 meter, tinggi modul 3,30 meter, sarat air 2,35 meter, kecepatan percobaan 10,00 knot, daya mesin induk 2 x 441 Kw serta daya mesin bantu 2 x 80 kVa.

Pembangunan kapal memakan biaya senilai Rp 34,71 miliar dengan rincian Rp 33,210 miliar untuk pekerjaan pembangunan fisik kapal. Sementara itu, Rp 1,5 miliar dialokasikan untuk supervisi. Heru menjelaskan Kemhub juga memiliki sejumlah kapal penyeberangan dan bus air lainnya yang sedang dalam proses pembangunan. Di antaranya adalah dua bus air untuk Danau Sentani, satu unit bus air untuk Kabupaten Morotai, dan Kapal Penyeberangan Ro-Ro 1500 GT Lintas Dompak-Matak-Penagi.

Sementara itu, kapal penyeberangan lainnya terdiri dari Ro-Ro 500 GT Lintas Kaledupa-Tomia-Binongko, Ro-Ro 500 GT Lintas Bombana-Tanjung Pising, dan Ro-Ro 150 GT Lintas Sri Menanti-Karang Baru. (Aj)

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Pemerintah Perpanjang Pelimpahan Kewenangan Sertifikasi Statutoria Kapal kepada BKI

JAKARTA- PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) kembali diberikan kewenangan dalam melaksanakan survey dan sertifikasi statutoria terhadap kapal-kapal berbendera Indonesia dari Pemerintah Indonesia dalam hal...

Sumber Marine Shipyard Bangun Kapal Angkut Semen

JAKARTA: PT Sumber Marine Shipyard, perusahaan galangan kapal berbasis di Batam, Kepulauan Riau, membangun dua unit kapal PB Cement Carrier berkapasitas 4.500 Dead Weight...

Citra Shipyard Luncurkan Empat Unit Kapal Tunda IPCM

JAKARTA—PT  Citra Shipyard Batam, Provinsi Kep. Riau meluncurkan empat kapal tunda berkapasitas 2 x 2.200 horde power  senilai Rp230 miliar pesanan PT Jasa Armada...

Bandar Abadi Shipyard Luncurkan 2 Uni Kapal Angkut Tank Pesanan Kemhan

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menambah kekuatan alutsista TNI Angkatan Laut, dengan menyelesaikan proses pembangunan dua unit jenis kapal angkut tank AT-8 dan AT-9. Kapal...

Pemikiran Alm Yance Gunawan; Sampai Kapan Pun Indonesia Butuh Kapal

Jakarta-Kepergian Yance Gunawan, tokoh galangan kapal nasional sekaligus penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) menyisakan duka mendalam. Perjalanan, perjuangan dan...