PAL Indonesia Gelar Seremoni Delivery Fitted For But Not With (FFBNW) KRI I Gusti Ngurah Rai-332

POPULAR

IPERINDO Kemukakan Empat Kunci Menuju Galangan Kapal Masa Depan

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) merespon kebijakan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya untuk hidup produktif di tengah pandemi Covid-19...

Galangan PAL Indonesia Lakukan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Jakarta-Pandemi COVID-19 mengakibatkan perlambatan ekonomi global. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1% pada tahun 2020, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis...

MOS Luncurkan KMP Aceh Hebat 1 Pesanan Pemprov Aceh

Karimun-PT Multi  Ocean Shipyard (MOS) meluncurkan kapal Ferry Roro Penyeberangan yang diberi nama KMP Aceh Hebat 1 pesanan Pemerintah Provinsi Aceh di galangan MOS,...

Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kemenhan Jepang Kunjungi PAL

Surabaya—PT PAL Indonesia (Persero) menerima kunjungan Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kementerian Pertahanan Jepang Rear Admiral Hoshi Naoya, Rabu, 23 September 2020. Direktur Pembangunan...

Pesan dan Kesan Pengurus Iperindo terhadap Alm Romeo

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menggelar tahlilan secara daring mala mini (10/09) atas wafatnya pengurus dan tokoh galangan Romeo Hasan...

JAKARTA-PT PAL Indonesia (Persero) melaksanakan Seremoni Delivery Fitted For But Not With (FFBNW) kapal perang KRI I Gusti Ngurah Rai-332 bertempat di Dermaga Bandar Barat PT PAL Indonesia (Persero) kepada Kementerian Pertahanan yang diterima oleh Kapuskod Baranahan Kementerian Pertahanan Laksma TNI. Yos Sumiarsa yang kemudian diserahkan secara simbolis diserahkan kepada TNI AL untuk dioperasionalkan yang diterima oleh  Aslog KASAL Laksma TNI. Puguh Santoso.

Ditulis di website PT PAL (www.pal.co.id), KRI I Gusti Ngurah Rai-332 telah selesai menjalani proses pengintegrasian sistem sensor dan senjata (Sewaco) yang dilakukan di fasilitas produksi Divisi Kapal Perang PT PAL Indonesia (Persero).

Seremoni Acara (Sumber: website PAL Indonesia)

Acara penyerahan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi di lingkungan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, Mabes TNI AL, dan Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS) dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. KRI I Gusti Ngurah Rai-332 merupakan kapal PKR kedua bersama KRI Raden Eddy Martadinata-331 yang dioperasikan oleh TNI AL.

Kapuskod Baranahan Kemhan Laksma TNI. Yos Sumiarsa yang mewakili Kabaranahan Kemhan Marsma TNI. Yusuf Jauhari dalam sambutannya menyebutkan bahwa dengan selesainya proyek FFBNW ini maka KRI I Gusti Ngurah Rai-332 siap dioperasikan sesuai dengan fungsi asasinya sebagai kapal kombatan. Pada kesempatan ini Kapuskod juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada PT PAL Indonesia (Persero) dan semua pihak yang telah bekerja sama dengan baik sehingga proyek FFBNW PKR KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dapat terlaksana dengan baik.

Pada kesempatan yang sama Aslog KASAL Laksma TNI. Puguh Santoso menyatakan proyek FFBNW PKR KRI I Gusti Ngurah Rai-332 yang telah diselesaikan oleh PT PAL Indonesia (Persero) merupakan implementasi dari program kebangkitan industri pertahanan dalam negeri di mana salah satunya adalah kebijakan pertahanan untuk mendukung ekonomi nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. Proyek FFBNW PKR KRI I Gusti Ngurah Rai-332 adalah salah satu upaya Kementerian Pertahanan RI dalam menyelaraskan MEF guna mempercepat pembangunan kekuatan pokok komponen pertahanan menuju postur TNI AL.

Sementara itu Direktur Pembangunan Kapal PT PAL Indonesia (Persero) Turitan Indaryo dalam sambutannya menyatakan rasa syukurnya bahwa dalam kondisi pandemi Covid-19 dengan segala tantangannya proyek FFBNW PKR KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dapat diserahkan dengan baik setelah melalui rangkaian uji coba yang telah dilaksanakan dan telah memenuhi persyaratan. PT PAL Indonesia (Persero) mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kementerian Pertahanan RI dalam Proyek FFBNW PKR KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

PKR KRI I Gusti Ngurah Rai-332 sedang melaut. (sumber: website PT PAL Indonesia)

Proyek FFBNW Kapal PKR terbagi dalam 4 segmen pengerjaan yaitu persiapan, pemasangan (install), integrasi sistem dan pengujian, serta SAT dan delivery. KRI I Gusti Ngurah Rai-332 dengan panjang total 105,11 meter dan berat 2.365 ton merupakan kapal perang kelas lightfregat atau perusak kawal rudal (PKR) yang dilengkapi dengan sistem persenjataan meriam utama 76 mm dan dipersenjatai dengan sistem rudal permukaan ke udara (SAM), sistem pertahanan diri (Close in Weapon System-CIWS) 35 mm, sistem pelontar torpedo, dan sistem rudal permukaan ke permukaan (SSM). KRI I Gusti Ngurah Rai-332 memiliki kemampuan peperangan elektronik melalui sistem Electronic Counter Measure (ECM) dan Electronic Support Measure(ESM) yang telah terintegrasikan dalam Combat Management System (CMS) yang dimiliki KRI I Gusti Ngurah Rai-332.

Dalam kesempatan wawancara seusai seremoni, Sekretaris Perusahaan PT PAL Indonesia (Persero) Rariya Budi Harta memberikan keterangan bahwa dengan selesainya proyek FFBNW PKR KRI I Gusti Ngurah Rai-332 menunjukkan kapabilitas PT PAL Indonesia (Persero) dalam menjalankan integrasi sistem sensor dan senjata, selain kapabilitas rancang-bangun dan teknologi pembangunan Alutsista Matra Laut. Lebih lanjut Sekretaris Perusahaan menjelaskan bahwa proyek FFBNW tersebut adalah bagian dari peran PT PAL Indonesia (Persero) dalam konsep investasi pertahanan yang diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo pada HUT TNI ke-75 05 Oktober 2020. Investasi tersebut tidak hanya berupa barang yang terlihat (tangible) seperti peralatan dan fasilitas, namun juga pada hal-hal strategis yang tak kasat mata (intangible) seperti keahlian dan penguasaan teknologi.

Nama KRI I Gusti Ngurah Rai-332 diambil dari nama Pahlawan Nasional asal Bali I Gusti Ngurah Rai yang memimpin pasukan bernama “Ciung Wanara” melakukan pertempuran terakhir dikenal dengan nama Puputan Margarana melawan Belanda pada 20 November 1946. I Gusti Ngurah Rai yang terdesak menyerukan kepada pasukannya untuk berperang habis-habisan dengan gagah berani. Pertempuran inilah yang kemudian terkenal dengan Puputan Margarana. I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya gugur sebagai kusuma bangsa. Dengan nama tersebut KRI I Gusti Ngurah Rai-332 diharapkan dapat mewarisi ruh pantang menyerah serta keberanian I Gusti Ngurah Rai dalam mempertahankan wilayah NKRI.

Dengan selesainya proyek FFBNW KRI I Gusti Ngurah Rai-332 maka statusnya meningkat dari laik layar menjadi laik tempur serta mampu melaksanakan tugas pokok yang diembannya seperti Anti Air Warfare, Anti Surface Warfare, Electronic Warfare, Naval Gun Fire Support, serta Naval Diplomacy untuk semakin memperkuat TNI Angkatan Laut dalam menjalankan tugasnya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Sumber: Humas PT PAL/AJ)

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

KSO Kodja Bahari-Krakatau Shipyard Selesaikan Pembanguan Kapal Perintis

Jakarta-Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Dok Kodja Bahari (Persero) dengan PT  Krakatau Shipyard menyelesaikan pembangunan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 88 pesanan Kementerian Perhubungan...

Dua Kapal Angkut Tank Buatan Galangan Nasional DKB Perkuat TNI AL

JAKARTA-Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Irwan Achmadi hari ini menyambut kedatangan...

Kemenhub Bangun 4 Kapal Wisata untuk Labuan Bajo dan Bunaken

JAKARTA-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) akan membangun empat unit kapal wisata bottom glass untuk destinasi pariwisata super prioritas di...

Ditjen Hubdat Bangun Kapal Roro di PT Mariana Bahagia

JAKARTA-Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat)  Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) menganggarkan sebesar Rp25 milliar  untuk  membangun Kapal Penyeberangan Penumpang Ro-Ro 150 GT. Kapal tersebut akan dioperasikan...

IPERINDO Gelar Seminar Tarif dan Revolusi Maritim di Samarinda

JAKARTA- Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Cabang Kalimantan Timur bekerja sama dengan Indonesian  Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Cabang Samarinda,...