PAL Laksanakan First Steel Cutting Kapal BRS Kedua TNI AL

POPULAR

IPERINDO Kemukakan Empat Kunci Menuju Galangan Kapal Masa Depan

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) merespon kebijakan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya untuk hidup produktif di tengah pandemi Covid-19...

MOS Luncurkan KMP Aceh Hebat 1 Pesanan Pemprov Aceh

Karimun-PT Multi  Ocean Shipyard (MOS) meluncurkan kapal Ferry Roro Penyeberangan yang diberi nama KMP Aceh Hebat 1 pesanan Pemerintah Provinsi Aceh di galangan MOS,...

Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kemenhan Jepang Kunjungi PAL

Surabaya—PT PAL Indonesia (Persero) menerima kunjungan Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kementerian Pertahanan Jepang Rear Admiral Hoshi Naoya, Rabu, 23 September 2020. Direktur Pembangunan...

ITS Luncurkan Kapal I-Boat Tanpa Awak, Ini Pertama di Indonesia

Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan inovasi berupa kapal autonomous Intelligent Boat (I-Boat) tanpa awak. Kapal tanpa pengemudi ini dapat dijalankan...

Galangan PAL Indonesia Lakukan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Jakarta-Pandemi COVID-19 mengakibatkan perlambatan ekonomi global. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1% pada tahun 2020, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis...

Surabaya-Bertepatan dengan Hari Jadi TNI AL Ke – 75 tahun TNI AL, PT PAL Indonesia (Persero) melaksanakan Seremoni First Steel Cutting (FSC) Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Kedua pesanan TNI AL di Bengkel Fabrikasi Divisi Kapal Niaga PT PAL Indonesia (Persero).

Hadir dalam acara tersebut Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) KASAL Laksamana Muda TNI Atok Dushanto, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Heru Kuswanto, Jajaran Pejabat TNI AL, serta Jajaran Direksi PT PAL Indonesia (Persero). Seremoni tersebut menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan dihadiri tidak lebih 30 tamu undangan.

Dalam  sambutannya Askomlek KASAL  Laksamana Muda  TNI Atok Dushanto  menyatakan pembangunan Kapal BRS Kedua ini merupakan realisasi Rencana Strategis TNI AL menuju Minimum Essential Force (MEF) serta bentuk komitmen TNI AL untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam upaya pemberdayaan potensi nasional.

Lebih lanjut Askomlek KASAL dalam sambutannya menaruh harapan kepada PT PAL Indonesia (Persero) agar membangun kapal BRS secara tepat mutu dan tepat guna yang nantinya akan digunakan untuk mendukung tugas-tugas TNI AL, tidak hanya penegakan kedaulatan namun juga membantu pelaksanaan tugas-tugas kemanusiaan, antara lain bencana alam dan sebagainya.

Sementara itu dalam sambutannya Direktur Rekayasa Umum, Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) Sutrisno mewakili Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) menyatakan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan oleh TNI AL dalam proyek pembangunan Kapal BRS Kedua tersebut.

Proses pembangunan Kapal BRS Kedua tersebut saat ini telah mencapai 8,6%. Tahapan-tahapan penting seperti keel laying direncanakan dilaksanakan pada Desember 2020, launching Desember 2021, dan delivery pada November 2022. Pada sambutan tersebut Direktur Rekayasa Umum, Pemeliharaan dan Perbaikan PT PAL Indonesia (Persero) tak lupa mengucapkan Dirgahayu kepada TNI AL yang jatuh bertepatan dengan pelaksanaan Seremoni FSC.

Kapal BRS tidak hanya berfungsi dalam mendukung Operasi Militer Perang (OMP) namun juga Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Kapal tersebut akan dilengkapi peralatan kesehatan setingkat rumah sakit seperti poli klinik, UGD, fasilitas operasi, fasilitas rawat inap, serta fasilitas kesehatan lainnya. Selain itu Kapal BRS Kedua tersebut juga dapat melaksanakan operasi search and rescue, bantuan kemanusiaan dan bencana alam nasional maupun internasional, evakuasi massal, hingga pelaksanaan misi naval diplomacy.

Kapal BRS memiliki panjang 124 meter, lebar 21,8 meter, berat 7300 ton, kecepatan maksimum 18 knot, endurance selama 30 hari, serta memiliki kapasitas akomodasi personel sebanyak 643 orang. kapal tersebut mampu untuk menampung 2 unit helikopter di dek dan 2 unit ambulance boat.

Kapal BRS sangat sangat dibutuhkan dan sesuai dengan karakteristik dan wawasan maritim Indonesia. Indonesia sebagai negara kepulauan negara yang terletak dalam kawasan ring of fire memiliki kerentanan bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi yang dapat diikuti oleh bencana sekunder seperti tsunami dan lainnya.  Dengan situasi tersebut, Kapal BRS bersifat sebagai Rumah Sakit mobile dan dapat digerakkan kapan saja ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

KSO Kodja Bahari-Krakatau Shipyard Selesaikan Pembanguan Kapal Perintis

Jakarta-Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Dok Kodja Bahari (Persero) dengan PT  Krakatau Shipyard menyelesaikan pembangunan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 88 pesanan Kementerian Perhubungan...

Dua Kapal Angkut Tank Buatan Galangan Nasional DKB Perkuat TNI AL

JAKARTA-Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Irwan Achmadi hari ini menyambut kedatangan...

Kemenhub Bangun 4 Kapal Wisata untuk Labuan Bajo dan Bunaken

JAKARTA-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) akan membangun empat unit kapal wisata bottom glass untuk destinasi pariwisata super prioritas di...

Ditjen Hubdat Bangun Kapal Roro di PT Mariana Bahagia

JAKARTA-Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat)  Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) menganggarkan sebesar Rp25 milliar  untuk  membangun Kapal Penyeberangan Penumpang Ro-Ro 150 GT. Kapal tersebut akan dioperasikan...

IPERINDO Gelar Seminar Tarif dan Revolusi Maritim di Samarinda

JAKARTA- Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Cabang Kalimantan Timur bekerja sama dengan Indonesian  Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Cabang Samarinda,...