Pemikiran Alm Yance Gunawan; Sampai Kapan Pun Indonesia Butuh Kapal

POPULAR

Pembangunan Kapal Baru Masuk Program Padat Karya Hubdat

Jakarta-Direktorat Jenderal Perhubungan Darat  (Hubdat) Kemenhub berupaya menggairahkan perekonomian dengan melakukan sejumlah program padat karya dengan anggaran hingga Rp46,53 miliar selama pandemi Covid-19. Namun,...

Kemenko Maritim Gelar Rapat Koordinasi Bilateral Maritime Forum

JAKARTA--Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Republik Indonesia menyelenggarakan Rapat Kordinasi BMF (Bilateral Maritime Forum) dengan Delegasi Belanda, Kamis 6 Feb 2020 di Kantor...

Citra Shipyard Luncurkan Empat Unit Kapal Tunda IPCM

JAKARTA—PT  Citra Shipyard Batam, Provinsi Kep. Riau meluncurkan empat kapal tunda berkapasitas 2 x 2.200 horde power  senilai Rp230 miliar pesanan PT Jasa Armada...

IPERINDO Perkenalkan Berbagai Jenis Kapal yang Bisa Dibangun di Indonesia

JAKARTA--Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) memperkenalkan berbagai jenis produk kapal yang sudah bisa dibangun pada galangan kapal nasional dalam negeri...

Galangan Sepi, Tapi Pemerintah Masih Tertarik Impor Kapal

JAKARTA - Ikatan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengirim surat kepada pemerintah terkait pembuatan kapal-kapal milik pemerintah di luar negeri. Ketua Umum Iperindo...

Jakarta-Kepergian Yance Gunawan, tokoh galangan kapal nasional sekaligus penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) menyisakan duka mendalam. Perjalanan, perjuangan dan pemikiran Yance Gunawan telah menginspirasi banyak orang.

Berikut salah satu artikel yang memuat pemikiran Yance Gunawan yang kami telah dipublikan Buletin IPERINDO, Edisi Juli 2019. Di dalam tulisan tersebut, Yance menegaskan bahwa sampai kapanpun Indonesia butuh kapal.

Direktur Utama PT Dumas Tanjung Perak Shipyard ini mengaku prihatin dengan kondisi galangan kapal. Kini hampir tidak ada pembangunan kapal baru, selain pekerjaan reparasi yang diperebutkan hampir semua galangan kapal.

Sebagai pelaku industri, tentu saja kelesuan galangan kapal membuat Yance  gundah. Menurut dia,kondisi ini tidak seharusnya terjadi mengigat potensi kelautan Indonesia luar biasa besar.

“Mestinya ada perhatian. Kalau galangan kapal dipandang sebelah mata, sayang sekali. Potensi maritim kita sangat besar, sampai kapan pun Indonesia butuh kapal,” kata Yance yang juga anggota Dewan Penasihat lperindo.

Dia mengingatkan, jangan sampai negara ini kembali ke masa lalu ketika potensi maritim dinikmati oleh asing.

Pemerintah sempat menyebut rencana membangun 2.500 kapal Tol Laut dan 3.500 kapal nelayan. “Rencana ini menggema ke seluruh dunia dan membuat investor antusias, terutama industri komponen. Mereka berebut pasar peralatan kapal, termasuk berinvestasi,” ujar Yance.

Namun, ketika industri perkapalan mulai bergairah, proyek Tol Laut tiba-tiba berhenti pada 2017. Akibatnya pelaku usaha yang sudah berinvestasi gigit jari, sebab mereka berharap program tersebut berkelanjutan.

Dia berharap pemerintah konsisten menerapkan kebijakannya , sebab untuk membangun sesuatu harus ada kesinambungan. Dengan adanya Tol Laut, industri perkapalan bergairah sehingga akan mendorong investasi komponen. (Selengkapnya dapat dilihat pada  Buletin Iperindo edisi iv tahun 2019). (Aj/Red)

 

 

 

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Menhan Luncurkan Kapal Cepat Rudal 60 Meter Buatan PAL

JAKARTA--Menteri Pertahanan Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 Meter yang kelima hasil karya anak bangsa produksi galangan kapal industri pertahanan...

Galangan Sepi, Tapi Pemerintah Masih Tertarik Impor Kapal

JAKARTA - Ikatan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengirim surat kepada pemerintah terkait pembuatan kapal-kapal milik pemerintah di luar negeri. Ketua Umum Iperindo...

Resmi, PAL Pilih Desain Babcock untuk Proyek Kapal Frigate Kemhan

Surabaya - PT PAL Indonesia (Persero) menandatangani Licence Agreement dengan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) sebagai Penyedia Desain Arrowhead 140 untuk Pengadaan 2 (dua)...

Sejak 2015, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Bangun 157 Kapal di Indonesia.

JAKARTA - Kementerian  Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sejak 2015 hingga sekarang telah membangun 157 unit kapal baja dengan berbagai tipe dan ukuran...

IPERINDO Perkenalkan Berbagai Jenis Kapal yang Bisa Dibangun di Indonesia

JAKARTA--Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) memperkenalkan berbagai jenis produk kapal yang sudah bisa dibangun pada galangan kapal nasional dalam negeri...