Pertamina Launching Kapal Baru Tanker VLCC Berkapasitas 2,04 Juta Barel

POPULAR

Pembangunan Kapal Baru Masuk Program Padat Karya Hubdat

Jakarta-Direktorat Jenderal Perhubungan Darat  (Hubdat) Kemenhub berupaya menggairahkan perekonomian dengan melakukan sejumlah program padat karya dengan anggaran hingga Rp46,53 miliar selama pandemi Covid-19. Namun,...

IPERINDO Gelar Seminar Tarif dan Revolusi Maritim di Samarinda

JAKARTA- Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Cabang Kalimantan Timur bekerja sama dengan Indonesian  Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Cabang Samarinda,...

Yance Gunawan, Direktur Utama Galangan PT. Dumas/Penasehat IPERINDO Meninggal Dunia.

Jakarta - Industri galangan kapal Indonesia kembali berduka. Tokoh galangan kapal Indonesia yang juga salah satu penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai...

Citra Shipyard Luncurkan Empat Unit Kapal Tunda IPCM

JAKARTA—PT  Citra Shipyard Batam, Provinsi Kep. Riau meluncurkan empat kapal tunda berkapasitas 2 x 2.200 horde power  senilai Rp230 miliar pesanan PT Jasa Armada...

Pemerintah Suntikkan Modal Negara ke PT PAL Indonesia (Persero) Rp1,28 Triliun Melalui Skema PMN.

JAKARTA-Presiden Jokowi menyuntikkan modal negara ke PT PAL Indonesia (Persero) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 1,28 triliun. PAL merupakan BUMN yang bergerak di...

JAKARTA – Untuk menjamin stok dan kelancaran pasokan minyak mentah kilang pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM nasional, Pertamina Group melalui subholding Shipping PT Pertamina International Shipping melakukan launching kapal baru VLCC (Very Large Crude Carrier) berkapasitas 2,04 juta barel.

Kapal raksasa yang diberi nama “PERTAMINA PRIME” dan dibangun pada tahun 2018 ini diluncurkan dengan pengapungan kapal untuk pertama kali ke air laut pada Selasa, 19 Januari 2021, di Kumamoto, Jepang dan dijadwalkan serah terima pada 30 Maret 2021.

Foto Dok Pertamina

Iman Rachman menjabat sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) mengatakan kehadiran kapal VLCC bukan hanya kebanggaan bagi Pertamina, namun juga kebanggaan bagi Indonesia karena memiliki armada yang tangguh dengan performa yang luar biasa.

“Pembangunan Kapal VLCC ini diharapkan dapat memacu kita semua untuk terus berdaya saing, tidak hanya di sektor regional namun juga internasional, serta dapat membantu pemenuhan kebutuhan pengangkutan kargo impor Pertamina,” ujar Iman.

Iman menambahkan, kapal VLCC ini bukanlah kapal yang kecil, oleh karena itu harus dilakukan perencanaan yang baik agar dapat mengoptimalkan utilisasi VLCC, dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“Tak lupa saya pesankan, agar kita selalu dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga kita. Selalu terapkan protokol kesehatan dimanapun kita berada,” imbuh Iman.

Foto Dok Pertamina

Dalam kesempatan ini turut hadir Direktur Logistik & Infrastruktur, “Ini merupakan legacy dari Bapak/Ibu sekalian tidak hanya untuk Pertamina tapi juga untuk bangsa dan negara. Mudah- mudahan suatu saat nanti kapal-kapal seukuran ini (VLCC) bisa dibangun di dalam negeri. Sekarang baru kapal berukuran 17.000 atau 30.000 ke bawah yang bisa, ”,ujar Mulyono.

Direktur Utama PT Pertamina International Shipping (PIS) Erry Widiastono mengatakan sebagai anak usaha Pertamina yang didirikan pada 23 Desember 2016 dengan bidang usaha utama pelayaran atau pengangkutan laut, mendapat tugas sebagai supporting supply chain distribusi untuk pengangkutan kargo impor Pertamina dengan skema FOB atau Free On Board.

Menurut Erry, kapal “PERTAMINA PRIME” merupakan kapal kedua tipe VLCC yang disiapkan untuk mendukung pengamanan pasokan kebutuhan feedstock kilang yang dijalankan oleh Subholding Refinery & Petrochemical Pertamina. Kedua kapal VLCC tersebut masing-masing memiliki kapasitas angkutan cargo sebesar 324,995 m3 (kondisi 95% capacity) atau sekitar 2.04 juta barrel yang merupakan single screw driven single deck type crude oil tanker dengan panjang keseluruhan (LOA) 330 meter dan depth 29.35 meter.

Sebelumnya, Pertamina telah meluncurkan kapal pertamanya “PERTAMINA PRIDE” pada 29 November 2020 dan ditargetkan untuk serah terima pada 9 Februari 2021.

“Kehadiran kapal VLCC ini untuk menjawab tantangan bisnis Pertamina yang semakin tinggi dengan selalu mematuhi persyaratan regulasi pelayaran Internasional. Kami bersama-sama dengan perusahaan pelayaran nasional di Indonesia berkomitmen untuk selalu meningkatkan sinergi dalam menjamin kelancaran distribusi BBM nasional” ujar Erry.

Erry menambahkan, kapal VLCC ini mememiliki beberapa keunggulan, antara lain performa kapal memiliki jaminan kecepatan trial sebesar 16.9 knot yang diperoleh dari keunggulan desain kapal yang menggunakan teknologi Super Stream Duct.

Selain itu, imbuh Erry, kapal VLCC mutakhir ini juga telah memenuhi requirement terminal modern di dunia dan memenuhi regulasi internasional antara lain IMO Annex VI Tier III untuk pembatasan emisi gas buang Sulphur Oxide (SOx) dan Nitrogen Oxide (NOx).

Kapal VLCC ini juga lebih efisien dalam penggunaan bahan bahan bakar dan penerapan konsep Eco-Green vessel (lower operation cost berbasis desain yang environmentally friendly) yang menjadikan kapal ini memiliki fuel oil consumption (FOC) sebesar 68.2 Metric Tonne/Day pada service speed 15.5 knot atau lebih irit sebesar 25% dibandingkan dengan kapal sejenis.

“Hal ini sejalan dengan komitmen Pertamina untuk selalu menerapkan teknologi tinggi yang ramah lingkungan,” pungkas Erry.

Foto Dok Pertamina

Di penghujung acara, Diah Kurniawati selaku Direktur Keuangan PT. PIS menyampaikan, Proyek pembangunan kedua kapal VLCC ini dapat terealisir dengan menggunakan pembiayaan dari equity PIS dan external loan, mengingat kredibilitas PIS yang sudah memiliki captive domestic market serta potensi revenue yang menjanjikan dengan mendapatkan pasar baru dan mengembangkan portofolio angkutan di pasar international yang dilakukan bersamaan dengan pengembangan bisinis anak perusahaan di Singapore, yaitu Pertamina International Shipping Pte. Ltd. (PIS PL). (Foto Dok Pertamina/Aj)

 

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Galangan Sepi, Tapi Pemerintah Masih Tertarik Impor Kapal

JAKARTA - Ikatan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) mengirim surat kepada pemerintah terkait pembuatan kapal-kapal milik pemerintah di luar negeri. Ketua Umum Iperindo...

Resmi, PAL Pilih Desain Babcock untuk Proyek Kapal Frigate Kemhan

Surabaya - PT PAL Indonesia (Persero) menandatangani Licence Agreement dengan Rosyth Royal Dockyard Ltd (Babcock) sebagai Penyedia Desain Arrowhead 140 untuk Pengadaan 2 (dua)...

Sejak 2015, Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub Bangun 157 Kapal di Indonesia.

JAKARTA - Kementerian  Perhubungan c.q Direktorat Jenderal Perhubungan Laut sejak 2015 hingga sekarang telah membangun 157 unit kapal baja dengan berbagai tipe dan ukuran...

IPERINDO Perkenalkan Berbagai Jenis Kapal yang Bisa Dibangun di Indonesia

JAKARTA--Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) memperkenalkan berbagai jenis produk kapal yang sudah bisa dibangun pada galangan kapal nasional dalam negeri...

Pemerintah Suntikkan Modal Negara ke PT PAL Indonesia (Persero) Rp1,28 Triliun Melalui Skema PMN.

JAKARTA-Presiden Jokowi menyuntikkan modal negara ke PT PAL Indonesia (Persero) melalui Penyertaan Modal Negara (PMN) Rp 1,28 triliun. PAL merupakan BUMN yang bergerak di...