PT  Dok Bahari Nusantara Bangun Kapal Roro 500 GT Pesanan Ditjen Hubdat,

POPULAR

IPERINDO Kemukakan Empat Kunci Menuju Galangan Kapal Masa Depan

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) merespon kebijakan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya untuk hidup produktif di tengah pandemi Covid-19...

Galangan PAL Indonesia Lakukan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Jakarta-Pandemi COVID-19 mengakibatkan perlambatan ekonomi global. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1% pada tahun 2020, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis...

MOS Luncurkan KMP Aceh Hebat 1 Pesanan Pemprov Aceh

Karimun-PT Multi  Ocean Shipyard (MOS) meluncurkan kapal Ferry Roro Penyeberangan yang diberi nama KMP Aceh Hebat 1 pesanan Pemerintah Provinsi Aceh di galangan MOS,...

Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kemenhan Jepang Kunjungi PAL

Surabaya—PT PAL Indonesia (Persero) menerima kunjungan Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kementerian Pertahanan Jepang Rear Admiral Hoshi Naoya, Rabu, 23 September 2020. Direktur Pembangunan...

Pesan dan Kesan Pengurus Iperindo terhadap Alm Romeo

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menggelar tahlilan secara daring mala mini (10/09) atas wafatnya pengurus dan tokoh galangan Romeo Hasan...

Cirebon-PT  Dok Bahari Nusantara (DBN), Jum’at, 4 September 2020, pukul 10.00  melaksanakan seremoni Peletakan Lunas Pembangunan Kapal Ferry Roro  Penyeberangan 500 GT (Gross Tonnage) milik Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

Kapal tersebut rencananya akan dioperasikan di lintas penyeberangan Bombana – Tandjung Phising, Sulawesi Tenggara. Dalam sambutannya, Sophan Sophiaan, Direktur Utama DBN mengatakan suatu hal yang luar biasa dimana saat galangan  nyaris tidak ada order pembangunan kapal baru, Ditjen Perhubungan Darat masih berupaya melakukan pembinaan terhadap industri kapal.

“Pada saat saat seperti ini, dimana hampir hampir tidak ada order, akan tetapi Ditjen Perhubunga Darat  Kemenhub masih melaksanakan proyek pembangunan kapal baru, adalah suatu hal yang luar biasa.  Kami sangat berterima kasih diberikan kepercayaan untuk membangun kapal ini,” katanya

Dia menjelaskan sejak mendapatkan kontrak dan proyek dimulai, sampai dengan pelaksanaan Peletakan Lunas, progres proyek telah melampaui jadwal penyelesaian sebesar 5%. Diharapkan Kapal dapat terselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik.

Direktur Jenderal Perhubungan  Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan  mempunyai harapan besar untuk kapal penyeberangan ini, sehingga DBN sebagai pembangun diharapkan dapat memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas yang ada.

“Pada akhirnya, dapat menyelesaikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spesifikasi kapal dan waktu yang telah ditetapkan di dalam kontrak, sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat memberikan sambutan.

Pembangunan kapal ini, menurut Dirjen Budi, adalah salah satu kegiatan  yang dilakukan untuk menunjang aksesibilitas dan konektivitas kondisi geografis Indonesia yang berbentuk negara kepulauan. “Termasuk salah satunya adalah di gugusan pulau-pulau di Sulawesi Tenggara yang dihubungkan oleh laut.”

“Dengan dibangunnya Kapal Penyeberangan ini diharapkan dapat memperlancar transportasi dan konektivitas serta aksesibilitas bagi distribusi orang, kendaraan, dan barang di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya di lintas Bombana-Tanjung Phising, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, ”

Kapal Roro 500 GT itu sendiri mempunyai ukuran utama,  panjang keseluruhan LOA (length over all) 46,80 meter, panjang antara garis tegak LBP (length between perpendicular) 41,56 meter, lebar modul 12 meter, tinggi modul 3,70 meter, sarat air 2,80 meter, kecepatan 13 knot, tenaga mesin induk 2 x 662 Kw Heavy Duty 1800 rpm, dan tenaga mesin bantu 2 x 80/100 e Kw/Kva.

Ketua Bidang Kerja Sama dan Promosi Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Azis Muhammad yang hadir pada acara tersebut mengharapkan agar kementerian dan BUMN atau swasta mempercayakan pembangunan kapalnya kepada galangan dalam negeri.

“Semoga Kementerian-kementerian yang lain, juga BUMN yang mengoperasikan kapal bisa segera menjalankan proyek proyek pembangunan kapal baru, sehingga Industri Perkapalan di Indonesia bisa bangkit dan semakin maju,” kata Azis. (Red/AM).

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

KSO Kodja Bahari-Krakatau Shipyard Selesaikan Pembanguan Kapal Perintis

Jakarta-Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Dok Kodja Bahari (Persero) dengan PT  Krakatau Shipyard menyelesaikan pembangunan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 88 pesanan Kementerian Perhubungan...

Dua Kapal Angkut Tank Buatan Galangan Nasional DKB Perkuat TNI AL

JAKARTA-Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Irwan Achmadi hari ini menyambut kedatangan...

Kemenhub Bangun 4 Kapal Wisata untuk Labuan Bajo dan Bunaken

JAKARTA-Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) akan membangun empat unit kapal wisata bottom glass untuk destinasi pariwisata super prioritas di...

Ditjen Hubdat Bangun Kapal Roro di PT Mariana Bahagia

JAKARTA-Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat)  Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) menganggarkan sebesar Rp25 milliar  untuk  membangun Kapal Penyeberangan Penumpang Ro-Ro 150 GT. Kapal tersebut akan dioperasikan...

IPERINDO Gelar Seminar Tarif dan Revolusi Maritim di Samarinda

JAKARTA- Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Cabang Kalimantan Timur bekerja sama dengan Indonesian  Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Cabang Samarinda,...