PT  Dok Bahari Nusantara Bangun Kapal Roro 500 GT Pesanan Ditjen Hubdat,

POPULAR

IPERINDO Kemukakan Empat Kunci Menuju Galangan Kapal Masa Depan

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) merespon kebijakan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya untuk hidup produktif di tengah pandemi Covid-19...

Galangan PAL Indonesia Lakukan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Jakarta-Pandemi COVID-19 mengakibatkan perlambatan ekonomi global. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1% pada tahun 2020, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis...

Empat dari 27 Industri Militer Indonesia dari Swasta adalah Anggota IPERINDO

Jakarta-Industri galangan boleh berbangga. Empat dari 27 Industri Militer Indonesia ternyata anggota Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO). Dirilis pada laman www.medcom.id,...

PAL Raih Penghargaan Pelabuhan Terbaik Kedua Kinerja Pengelolaan Lingkungan Hidup dari Kemenhub

Surabaya—Anggota  Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), PT PAL Indonesia (Persero) menerima penghargaan terbaik kedua dalam hal Pengelolaan Lingkungan Hidup Pelabuhan...

IPERINDO: Permendag 76/2019 Tak Sesuai Semangat Pemberdayaan

JAKARTA - IPERINDO dan dua  asosiasi industri maritim lainnya menilai kebijakan Permendag 76 tahun 2019 tentang Impor Barang dalam Keadaan Tidak Baru (Bekas) tidak...

Cirebon-PT  Dok Bahari Nusantara (DBN), Jum’at, 4 September 2020, pukul 10.00  melaksanakan seremoni Peletakan Lunas Pembangunan Kapal Ferry Roro  Penyeberangan 500 GT (Gross Tonnage) milik Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan.

Kapal tersebut rencananya akan dioperasikan di lintas penyeberangan Bombana – Tandjung Phising, Sulawesi Tenggara. Dalam sambutannya, Sophan Sophiaan, Direktur Utama DBN mengatakan suatu hal yang luar biasa dimana saat galangan  nyaris tidak ada order pembangunan kapal baru, Ditjen Perhubungan Darat masih berupaya melakukan pembinaan terhadap industri kapal.

“Pada saat saat seperti ini, dimana hampir hampir tidak ada order, akan tetapi Ditjen Perhubunga Darat  Kemenhub masih melaksanakan proyek pembangunan kapal baru, adalah suatu hal yang luar biasa.  Kami sangat berterima kasih diberikan kepercayaan untuk membangun kapal ini,” katanya

Dia menjelaskan sejak mendapatkan kontrak dan proyek dimulai, sampai dengan pelaksanaan Peletakan Lunas, progres proyek telah melampaui jadwal penyelesaian sebesar 5%. Diharapkan Kapal dapat terselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik.

Direktur Jenderal Perhubungan  Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan  mempunyai harapan besar untuk kapal penyeberangan ini, sehingga DBN sebagai pembangun diharapkan dapat memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan fasilitas yang ada.

“Pada akhirnya, dapat menyelesaikan pelaksanaan pembangunan sesuai dengan spesifikasi kapal dan waktu yang telah ditetapkan di dalam kontrak, sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal,” katanya.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi saat memberikan sambutan.

Pembangunan kapal ini, menurut Dirjen Budi, adalah salah satu kegiatan  yang dilakukan untuk menunjang aksesibilitas dan konektivitas kondisi geografis Indonesia yang berbentuk negara kepulauan. “Termasuk salah satunya adalah di gugusan pulau-pulau di Sulawesi Tenggara yang dihubungkan oleh laut.”

“Dengan dibangunnya Kapal Penyeberangan ini diharapkan dapat memperlancar transportasi dan konektivitas serta aksesibilitas bagi distribusi orang, kendaraan, dan barang di Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya di lintas Bombana-Tanjung Phising, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar, ”

Kapal Roro 500 GT itu sendiri mempunyai ukuran utama,  panjang keseluruhan LOA (length over all) 46,80 meter, panjang antara garis tegak LBP (length between perpendicular) 41,56 meter, lebar modul 12 meter, tinggi modul 3,70 meter, sarat air 2,80 meter, kecepatan 13 knot, tenaga mesin induk 2 x 662 Kw Heavy Duty 1800 rpm, dan tenaga mesin bantu 2 x 80/100 e Kw/Kva.

Ketua Bidang Kerja Sama dan Promosi Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Azis Muhammad yang hadir pada acara tersebut mengharapkan agar kementerian dan BUMN atau swasta mempercayakan pembangunan kapalnya kepada galangan dalam negeri.

“Semoga Kementerian-kementerian yang lain, juga BUMN yang mengoperasikan kapal bisa segera menjalankan proyek proyek pembangunan kapal baru, sehingga Industri Perkapalan di Indonesia bisa bangkit dan semakin maju,” kata Azis. (Red/AM).

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Kapal ADRI LI & ADRI LII Buatan PT Daya Radar Utama Perkuat TNI AD

Jakarta--TNI Angkatan Darat (AD) memiliki dua kapal baru yakni ADRI LI dan ADRI LII. Kapal buatan galangan PT Daya Radar Utama (DRU) itu memang...

PTK Pertamina Gandeng BNI Syariah Bangun 2 Unit Kapal Harbour Tug 3.200 HP

Jakarta--Sebagai strategi meningkatkan keandalan moda angkut kebutuhan energi nasional dan program investasi khususnya pengadaan kapal, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menjalin kerja sama dengan...

MOS Luncurkan KMP Aceh Hebat 1 Pesanan Pemprov Aceh

Karimun-PT Multi  Ocean Shipyard (MOS) meluncurkan kapal Ferry Roro Penyeberangan yang diberi nama KMP Aceh Hebat 1 pesanan Pemerintah Provinsi Aceh di galangan MOS,...

ITS Luncurkan Kapal I-Boat Tanpa Awak, Ini Pertama di Indonesia

Surabaya - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meluncurkan inovasi berupa kapal autonomous Intelligent Boat (I-Boat) tanpa awak. Kapal tanpa pengemudi ini dapat dijalankan...

Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kemenhan Jepang Kunjungi PAL

Surabaya—PT PAL Indonesia (Persero) menerima kunjungan Direktur Acquisition Technology and Logistic (ATLA) Kementerian Pertahanan Jepang Rear Admiral Hoshi Naoya, Rabu, 23 September 2020. Direktur Pembangunan...