PT PAL Laksanakan Keel Laying Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS)

POPULAR

MOS Luncurkan KMP Aceh Hebat 1 Pesanan Pemprov Aceh

Karimun-PT Multi  Ocean Shipyard (MOS) meluncurkan kapal Ferry Roro Penyeberangan yang diberi nama KMP Aceh Hebat 1 pesanan Pemerintah Provinsi Aceh di galangan MOS,...

IPERINDO Kemukakan Empat Kunci Menuju Galangan Kapal Masa Depan

Jakarta-Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) merespon kebijakan adaptasi kebiasaan baru sebagai upaya untuk hidup produktif di tengah pandemi Covid-19...

Galangan PAL Indonesia Lakukan Mitigasi Untuk Antisipasi Dampak Covid-19

Jakarta-Pandemi COVID-19 mengakibatkan perlambatan ekonomi global. JP Morgan memprediksi ekonomi dunia akan minus 1,1% pada tahun 2020, sementara itu Badan Pusat Statistik (BPS) merilis...

IPERINDO Gelar Seminar Tarif dan Revolusi Maritim di Samarinda

JAKARTA- Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Cabang Kalimantan Timur bekerja sama dengan Indonesian  Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Cabang Samarinda,...

Dukung Industri Kapal, Indonesia Butuh Industri Baja yang Kuat

Jakarta-Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi menjelaskan Indonesia sebagai negara maritim sangat membutuhkan industri baja nasional yang kuat, khususnya untuk mendukung industri galangan kapal. Hal...

SURABAYA – Produksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) tahun anggaran 2020, 2021, 2022 pesanan TNI AL memasuki tahapan Keel Laying atau pemasangan lunas kapal.  Keel Laying dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Januari 2021 bertempat di Grand Assembly Divisi Niaga PT PAL Indonesia (Persero).

Pelaksanaan Keel Laying dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Acara  dihadiri  Koorsahli Kasal, Laksda TNI Dr. Suyono Thamrin, M.Eng.Sc., CIQaR didampingi Plt. Direktur Utama Ibu Etty Soewardani, disaksikan para pejabat TNI AL beserta jajaran Manajemen PT PAL Indonesia (Persero).

Pada Keel Laying Kapal BRS ini, PT PAL Indonesia (Persero) berhasil melebihi persyaratan minimal yang ditetapkan oleh regulasi SOLAS, dimana untuk tahapan Keel Laying disyaratkan berat block yang sudah lulus assembly minimal 50 Ton atau minimal 1% terhadap total berat konstruksi 3.716 Ton yakni 37 Ton. Pada saat ini PAL bahkan berhasil menyajikan 17 block yang telah lulus assembly dengan berat 609,74 Ton.

Foto Dok PT PAL

Dalam sambutannya, Koorsahli Kasal Laksda TNI Dr. Suyono Thamrin, M.Eng.Sc., CIQaR mengucapkan pembangunan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) merupakan respon atas tindak lanjut direktif Presiden pasca gempa bumi Palu.

Dia menjelaskan  harapan untuk PT PAL Indonesia (Persero) sebagai salah satu BUMN dapat terus meningkatan kualitas dan kemampuan pembangunan kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) sehingga dapat terus menjadi mitra strategis TNI AL dalam pemenuhan alutsista di masa yang akan datang.

Dalam sambutannya, Plt Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) menyatakan hingga tahapan keel laying, progress produksi hingga akhir Desember 2020 sebesar 26,071% dimana hal ini melampaui dari rencana semula yakni 26,052%.

Foto Dok PT PAL

Sekretaris Perusahaan PT PAL Indonesia (Persero),  Rariya Budi Harta mengatakan proses pembangunan kapal merupakan proses yang dilaksanakan secara bertahap. Tahapan keel laying ini penting karena nantinya usia kapal akan dihitung sejak pertama kali pemasangan lunasnya.

Untuk diketahui, kapal BRS ini memiliki panjang 124 meter, lebar 21,8 meter. Kapal tersebut memiliki kapasitas angkut total personil 643 orang termasuk 159 pasien. Kapal tersebut memiliki berat 7300 Ton dan dapat melaju dengan kecepatan maksimal 18 knots serta endurance 30 hari, kapal tersebut mampu untuk menampung 2 unit helikopter di dek dan 2 unit ambulance boat.

Kapal BRS merupakan kapal pendukung operasi militer perang (OMP). Tapi pada masa damai, kapal itu bisa difungsikan dalam operasi militer selain perang (OMSP). Berdasarkan UU TNI nomor 34 tahun 2004, dalam misi OMSP, kapal BRS dapat melaksanakan tugas operasi membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan serta membantu pencarian dan pertolongan dalam kecelakaan (search and rescue). Tidak terbatas pada situasi itu, kapal BRS juga memiliki kapabilitas pelaksanaan misi diplomasi internasional.

Fungsi kapal BRS sangat cocok dengan karakteristik dan wawasan maritim Indonesia. Sebagai negara kepulauan yang terletak di lintasan ring of fire, Indonesia memiliki kerentanan bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi yang dapat diikuti oleh bencana sekunder, seperti tsunami dan lainnya.

Foto Dok PT PAL

Dengan situasi tersebut, kapal BRS bersifat mobile dan dapat digerakkan kapan pun ke wilayah terdampak bencana untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat bencana. Kapal BRS ini memiliki kemampuan setara Rumah Sakit Tipe C ditambah dengan sejumlah peralatan medis seperti CT Scan dan X-Ray, hingga Ruang Isolasi untuk penanggulangan wabah menular seperti COVID19. (pal.co.id/Aj)

 

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Pemikiran Alm Yance Gunawan; Sampai Kapan Pun Indonesia Butuh Kapal

Jakarta-Kepergian Yance Gunawan, tokoh galangan kapal nasional sekaligus penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) menyisakan duka mendalam. Perjalanan, perjuangan dan...

Yance Gunawan, Direktur Utama Galangan PT. Dumas/Penasehat IPERINDO Meninggal Dunia.

Jakarta - Industri galangan kapal Indonesia kembali berduka. Tokoh galangan kapal Indonesia yang juga salah satu penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai...

Adiluhung Gelar FGD Peningkatan Inovasi Galangan Kapal

SURABAYA - PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, perusahaan galangan kapal berbasis di Jawa Timur, Indonesia, menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) 2021. Acara yang diselenggarakan pada 10...

Pertamina Launching Kapal Baru Tanker VLCC Berkapasitas 2,04 Juta Barel

JAKARTA - Untuk menjamin stok dan kelancaran pasokan minyak mentah kilang pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM nasional, Pertamina Group melalui subholding Shipping PT Pertamina...

PT PAL Laksanakan Keel Laying Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS)

SURABAYA - Produksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) tahun anggaran 2020, 2021, 2022 pesanan TNI AL memasuki tahapan Keel Laying atau pemasangan lunas kapal....