PT Pelni Akan Bangun Galangan Kapal di Baubau, Sulteng

Berita Terpopuler

BAUBAU – PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) berencana membangun galangan kapal di Kota Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepastian rencana pembangunan galangan kapal Pelni disampaikan Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse.

Stylus RMX VST Crack

Dalam keterangan persnya, La Ode Ahmad Monianse mengungkapkan rencana pembangunan galangan kapal oleh Pelni tersebut untuk memberikan pelayanan terhadap sejumlah kapal milik perusahaan negara itu yang lalu lalang di kawasan Timur Indonesia.

Saat ini, kata Monianse, jajaran PT Pelni sedang mencari lahan yang dianggap layak untuk pembangunan galangan kapal.

“PT Pelni ingin membangun bengkel kapal di kota kita untuk memberikan pelayanan terhadap 52 kapalnya yang lalu lalang di kawasan timur. Mereka sudah melihat beberapa tempat, diantaranya di Kelurahan Sulaa dan Bonekom,” kata Monianse, Selasa (20/9) sebagaimana ditulis jpnn.

Ia mengatakan, dari beberapa tempat yang telah di tinjau, PT Pelni kemungkinan akan memilih lokasi di Bonekom, Kelurahan Katobengke, Kecamatan Betoambari.

Selain itu, ujar dia, jika memang Pelni memilih lokasi tersebut, maka dirinya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang untuk mengkaji lebih dulu agar tidak saling berbenturan dengan kepentingan pengembangan Bandara Betoambari.

“Kelihatannya mereka akan memilih Bonekom karena mempertimbangkan keamanan laut, utamanya pada musim barat agar terlindungi. Ini penting untuk dikaji, kebetulan ada dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Kalau seandainya itu benar dan disepakati, sebagaimana kaitannya dengan (jalur) Bandara (Betoambari),” ujarnya.

Ia mengatakan, pemilihan lokasi di Bonekom memang tidak berhubungan langsung dengan lalu lintas penerbangan, tetapi akan berhubungan langsung dengan jalur transportasi darat menuju bandara jika ke depan terminal dipindahkan.

Monianse mengatakan, setiap pembangunan strategis yang dibutuhkan Kota Baubau tetap akan diputuskan secara hati-hati dengan tetap mempertimbangkan kepentingan sosial, ekonomi dan kepentingan lainnya. (ant/jpnn)

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru