Sumber Marine Shipyard Bangun Kapal Angkut Semen

POPULAR

Dua Kapal Angkut Tank Buatan Galangan Nasional DKB Perkuat TNI AL

JAKARTA-Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono dan Panglima Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) Laksda TNI Irwan Achmadi hari ini menyambut kedatangan...

Hadiri ASEP 2019, IPERINDO Ingin Galangan RI Berkembang

JAKARTA—Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) Eddy Kurniawan Logam menghadiri Pertemuan ASEF (Active Shipbuilding Experts Federation) di Osaka, Jepang...

Pertamina Launching Kapal Baru Tanker VLCC Berkapasitas 2,04 Juta Barel

JAKARTA - Untuk menjamin stok dan kelancaran pasokan minyak mentah kilang pertamina dalam memenuhi kebutuhan BBM nasional, Pertamina Group melalui subholding Shipping PT Pertamina...

PT PAL Laksanakan Keel Laying Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS)

SURABAYA - Produksi Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) tahun anggaran 2020, 2021, 2022 pesanan TNI AL memasuki tahapan Keel Laying atau pemasangan lunas kapal....

PAL Laksanakan First Steel Cutting Kapal BRS Kedua TNI AL

Surabaya-Bertepatan dengan Hari Jadi TNI AL Ke – 75 tahun TNI AL, PT PAL Indonesia (Persero) melaksanakan Seremoni First Steel Cutting (FSC) Kapal Bantu...

JAKARTA: PT Sumber Marine Shipyard, perusahaan galangan kapal berbasis di Batam, Kepulauan Riau, membangun dua unit kapal PB Cement Carrier berkapasitas 4.500 Dead Weight Tonnage pesanan perusahaan pelayaran nasional PT Andalas Bahtera Baruna.

Kedua kapal tersebut diestimasi akan dibangun selama 12 bulan hingga 15 bulan dengan menggunakan kandungan lokal sebesar-besarnya serta dibangun oleh 100 persen sumber daya manusia Indonesia. “Kami bersyukur mendapatkan kepercayaan kembali untuk membangun kapal semen ketiga dan keempat dari PT Andalas Bahtera Baruna,” kata Direktur PT Sumber Marine Shipyard Ronnie Kristanto dalam rilis yang diterima Iperindo, hari ini.

Penandatanganan berita acara keel laying.

Ronnie menjelaskan sebelumnya PT Sumber Marine Shipyard sukses membangun dua unit kapal cement carrier yakni  MV Iriana berkapasitas 9.500 DWT dan dengan teknologi Electric Propulsion pertama yang dibangun di Indonesia, serta MV Camilla berkapasitas 9.000 DWT. “Hari ini kami dipercaya kembali untuk melaksanakan pembangunan kapal angkut semen sebanyak dua unit sekaligus,” ujarnya.

Kedua kapal ini adalah sister ship. Spesifikasi kapal adalah Panjang 98 meter,  lebar 18,20 M dan draf 4,80 M. Kapal didesign dengan mengandalkan sumber daya manusia Indonesia dan dengan mempertimbangkan secara detail rencana dan kebutuhan operasi nantinya sesuai regulasi internasional dan Pemerintah.

Dia menambahkan realisasi pembangunan kapal semen ini menjadi bukti nyata bahwa galangan kapal nasional telah mampu memenuhi kebutuhan kapal angkut semen dalam negeri, khususnya kapal angkut semen dengan kapasitas dibawah 10.000 DWT.

“Oleh karena itu, seyogyanya, kapal angkut semen dengan tipe dan ukuran dibawah 10.000 DWT, dapat diprioritaskan pengadaannya melalui pembangunan kapal baru pada galangan dalam negeri dan membatasi impor,” ujarnya.

Pembangunan kapal-kapal tersebut ditandai dengan pelaksanaan keel laying di galangan yang berlokasi di Batam, Senin (10/5). Keel laying dihadiri Direktur Perkapalan dan Kepalautan Ditjen Perhubungan Laut Capt. Hermanta beserta Senior Manager PT Andalas Bahtera Baruna Capt. Adrie S. Supit.

Dalam sambutannya Direktur Perkapalan dan Kepelautan Capt. Hermanta menjelaskan Kementerian Perhubungan terus mendorong terciptanya kolaborasi  yang baik antara perusahaan pelayaran nasional dan perusahaan galangan dalam rangka memperbesar kegiatan pembangunan kapal baru di dalam negeri.

“Sebab, dengan cara kolaborasi seperti ini, sektor maritime Indonesia dapat lebih cepat berkembang bahkan dapat mendukung terwujudnya Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia sebagaimana impian Bapak Presiden Joko Widodo dan kita masyarakat Indonesia,” katanya.

Capt. Hermanta menambahkan hingga saat ini,  Indonesia masih memerlukan pasokan kapal dengan berbagai tipe dan ukuran, baik dalam rangka ekspansi maupun peremajaan. “Apalagi, sebagian kapal berbendera Merah Putih sudah waktunya untuk diremajakan sehingga kebutuhan akan kapal selalu meningkat dimana hal ini dapat dipenuhi dari dalam negeri,” ujarnya.

Foto bersama seusai acara keel laying.

Dia menjelaskan ditengah suasana pandemi Covid-19, pembangunan kapal angkut semen ini, memiliki makna yang sangat berarti bagi Indonesia. Proyek ini akan menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit tentunya dimana saudara-saudara kita saat ini banyak yang membutuhkannya.

“Kami patut berbangga dan memberikan apresiasi karena pembangunan kapal ini akan menggunakan kandungan lokal yang sebesar-besarnya sehingga industri penunjangnya seperti pelat, kabel, lampu  dan sebagainya, akan ikut menerima dampak positifnya,” ujarnya. (Sumber: PT Sumber Marine Shipyard)

 

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

NEWS

Pemerintah Perpanjang Pelimpahan Kewenangan Sertifikasi Statutoria Kapal kepada BKI

JAKARTA- PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) kembali diberikan kewenangan dalam melaksanakan survey dan sertifikasi statutoria terhadap kapal-kapal berbendera Indonesia dari Pemerintah Indonesia dalam hal...

Sumber Marine Shipyard Bangun Kapal Angkut Semen

JAKARTA: PT Sumber Marine Shipyard, perusahaan galangan kapal berbasis di Batam, Kepulauan Riau, membangun dua unit kapal PB Cement Carrier berkapasitas 4.500 Dead Weight...

Citra Shipyard Luncurkan Empat Unit Kapal Tunda IPCM

JAKARTA—PT  Citra Shipyard Batam, Provinsi Kep. Riau meluncurkan empat kapal tunda berkapasitas 2 x 2.200 horde power  senilai Rp230 miliar pesanan PT Jasa Armada...

Bandar Abadi Shipyard Luncurkan 2 Uni Kapal Angkut Tank Pesanan Kemhan

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menambah kekuatan alutsista TNI Angkatan Laut, dengan menyelesaikan proses pembangunan dua unit jenis kapal angkut tank AT-8 dan AT-9. Kapal...

Pemikiran Alm Yance Gunawan; Sampai Kapan Pun Indonesia Butuh Kapal

Jakarta-Kepergian Yance Gunawan, tokoh galangan kapal nasional sekaligus penasehat Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO) menyisakan duka mendalam. Perjalanan, perjuangan dan...